Inilah 10 kota di dunia yang ramah sepeda versi Tipzee.
10. Perth – Australia
Kota di daerah Australia barat ini disebut-sebut sebagai salah satu kota dengan jaringan jalur sepeda paling luas dan maju. Jalurnya menghubungkan pusat dengan pinggiran kota dan didukung dengan parkir sepeda di stasiun-stasiun, loker sepeda, dan rambu-rambu yang sangat membantu.
9. Portland, Oregon – US
Tidak seperti kota-kota lain di Amerika Serikat yang sangat ‘mobil banget’, Portland di Oregon dikenal sangat progressif dan populer sebagai kota sepeda yang fanatik. Tata kota dirancang dengan mengutamakan jalur sepeda yang rapi, toko dan kafe menyediakan tempat parkir khusus sepeda, makin lengkap dengan komunitas para sepeda yang sangat kompak dan aktif.
8. Tokyo – Jepang
Ibukota negara produsen mobil terbesar di dunia dan kota dengan fasilitas angkutan umum yang sangat bagus. Tapi tetap saja sepeda mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Tokyo. Bahkan mereka mempunyai sistem parkir sepeda robotik yang sangat futuristik. ECO-Cycle Park, adalah sebuah tempat parkir otomatis yang menyimpan sepeda di kedalaman 11 meter di bawah tanah dan mampu menampung sampai 200 sepeda. Kimochi…
7. Berlin – Jerman
Di kota ini diperkirakan 500.000 orang setiap harinya memenuhi jalanan dan memilih sepeda sebagai alat transportasi favorit mereka. Tidak heran memang, Berlin memiliki lebih dari 1000KM jalur khusus bagi para pesepeda. Pada bulan Maret 2015 lalu mereka mengadakan suatu acara bernama Berlin Bicycle Week. Acara ini diselenggarakan dengan semangat bahwa sepeda itu menyatukan, mempromosikan kebersamaan dan toleransi lintas agama, kultur serta gaya hidup.
6. Barcelona – Spanyol
Sepeda sudah jadi bagian infrastruktur Barcelona sejak lama. Tidak heran jika kota ini dinobatkan sebagai kota yang paling ramah sepeda di wilayah Mediterania. Pun bagi para wisatawan, dengan bersepeda beberapa jam saja kita bisa dengan mudah mengunjungi patung ikonik Gaudi di Parc Guell, Sagrada Familia, stadion kebanggaan warga Barcelona Nou Camp dan menyusuri pantai Barcelona yang terkenal indah. Jalur sepeda juga dilindungi dan dirawat dengan baik oleh pemerintah serta dilengkapi dengan rambu navigasi yang jelas agar para pesepeda tidak tersesat.
5. Bogota – Kolombia
Di daratan Amerika Selatan, Bogota di Kolombia menempati peringat teratas sebagai ‘kota sepeda’ dengan jaringan jalur sepeda paling luas di seluruh dunia. Jalur sepeda ini juga terintegrasi dengan jalur transportasi lain, tempat parkir sepeda tersedia di semua terminal dan stasiun. Dan uniknya, jalur sepeda ini juga telah dirancang khusus dengan mengikuti topografi kota Bogota.
4. Montréal – Kanada
Montréal mulai berteman dengan sepeda pada awal era 80-an. Jalur-jalur sepeda ditata sedemikian rupa demi kenyamanan dan keamanan bersama, seiring dengan meningkatnya budaya bersepeda di kota ini. Hingga saat ini tercatat lebih dari 500KM jalur sepeda telah dibangun. Pada tahun 2008, Montréal merintis sistem bike-sharing yang dikenal sebagai Bixi. Model Bixi ini telah bekerja dengan baik sehingga kemudian banyak diadopsi oleh kota-kota lain di seluruh dunia termasuk Boston, Melbourne, London, Toronto, New York dan Washington, DC.
3. Paris – Perancis
Bila Montréal punya Bixi, Paris memiliki sistem bike-sharing Vélib, sebuah sistem sewa sepeda publik yang berhasil. Sebagai kota tujuan wisata utama di dunia, sistem Vélib dengan lebih dari 200.000 sepeda yang siap digunakan setiap saat 24/7, ditambah dengan lebih dari 1.800 tempat parkir sepeda di setiap 300 meter telah merubah wajah pariwisata Paris sebagai kota wisata yang bike-friendly. Pernah membayangkan kita berkeliling kota dari Menara Eiffel ke Champs-Élysées terus ke Museum Louvre bahkan sampai Montmartre, hanya dengan bersepeda? Très joli…
2. Kopenhagen – Denmark
Nggak bersepeda di Kopenhagen itu seperti naik mobil di Jakarta tapi nggak macet, aneh banget kan. Kota ini telah dikenal sebagai kota dengan budaya bersepeda sejak awal abad ke-20. Kopenhagen menawarkan berbagai kondisi yang memanjakan para pesepeda, perkotaan yang padat, jarak tempuh yang pendek serta medan yang datar ditambah dengan sistem jalur sepeda yang dirancang dengan sangat baik. Sangat wajar jika kemudian kota ini dinobatkan sebagai Bike City pertama di dunia.
1. Amsterdam – Belanda
Kalau saja sebuah kota boleh dihuni oleh sepeda tanpa manusia, Amsterdam-lah tempatnya. Saat ini saja, jumlah sepeda di Amsterdam melebihi jumlah populasi penduduknya. Heran, bagaimana bisa ya sepeda berkembang biak? 
Di sebuah kota yang dibangun dan diperuntukan untuk pedestrian, jalanan yang sempit (dan banyak jalan satu arah), kanal-kanal, ditambah minimnya area parkir mobil (dan mahal), serta topografi kota yang relatif rata, sepeda adalah pilihan transportasi yang sangat bijak. Pun bagi para pendatang dan wisatawan. Amsterdam truly is bike heaven.
Di sebuah kota yang dibangun dan diperuntukan untuk pedestrian, jalanan yang sempit (dan banyak jalan satu arah), kanal-kanal, ditambah minimnya area parkir mobil (dan mahal), serta topografi kota yang relatif rata, sepeda adalah pilihan transportasi yang sangat bijak. Pun bagi para pendatang dan wisatawan. Amsterdam truly is bike heaven.
Komentar
Posting Komentar